Pesona Lembah Serayu dari Bukit Watu Meja

Setapak Diantara Pinus
Tiga wisatawan berjalan menyusuri hutan pinus menuju Watu Meja. Nafas ngos-ngosan dan peluh terlihat di kening mereka. ” Huh.. akhir-akhir ini terlalu banyak merokok dan kurang tidur. Mesti lelah namun udara di sini sangat segar” Kata Pras salah satu pria tersebut.

Meski airnya tidak selalu jernih, Sungai Serayu masih menyimpan keindahan. Apalagi jika mengamati dari beberapa puncak bukit di sekitar Lembah Serayu. Akan nampak aliran serayu berkelok diantara perbukitan Serayu. Salah satu spot untuk menikmati keindahan serayu adalah dari bukit Watu Meja Kebasen. Berikut kunjungan Imagi ke Watu Meja.

Bukit Watu Meja terletak di Desa Tumiyang Kecamatan Kebasen. Aksesnya mudah. Karena berada di jalur alternatif Purwokerto-Sampang melalui jalur Patikraja-Kebasen. Sesampai di Desa Tumiyang banyak jalur menuju puncak bukit. Sebagian besar tidak bisa dilalui mobil. Perlu diparkir di rumah penduduk selanjutnya ditempuh dengan jalan kaki selama 10 menit, menanjak. Namun jika memakai sepeda motor maka bisa memutar melalui pintu perlintasan kereta api Kebasen ke arah kiri.

Melalui jalan makadam dan menembus hutan pinus akan tiba di Bukit Watu Meja. Saat memasuki areal Watu Meja akan disambut jalan menanjak di antara hutan pinus. Jika tidak terbiasa hikking maka nafas akan terasa ngos-ngosan. Namun udara  segar yang masuk paru-paru akan sangat terasa. Sangat cocok untuk berolahraga sembari menikmati keindahan alam. Sehingga sesekali berpapasan dengan komunitas  sepeda gunung yang sedang bersepeda dari Watu Meja. Keindahan hutan pinus di sepanjang jalur setapak menuju Watu Meja pun memanjakan mata.

Pandang Serayu
Wisatawan menikmati pemandangan lembah serayu. ” Gadis itu sedang duduk di gardu pandang menikmati panorama lembah serayu. Kuambil kamera dan kuabadikan dalam gambar. Dari sudut pandang ini keindahan sungai serayu dengan latar bukit hijau tergambar jelas” Kata Tio kepada imagi

Sesampai di bukit Watumeja akan disajikan panorama Lembah Serayu. Pemandangan hutan jati Notog di sebelah barat, hutan pinus Patikraja dan kebasen di sebelah timur dan di antara perbukitan ini berkelok sungai Serayu. Aktivitas penambang pasir sesekali terlihat.

Dari bukit Watu Meja jika memandang ke arah selatan akan terlihat jembatan kereta api melintas Sungai Serayu. Jembatan ini dibangun sejak era kolonial oleh Maskapai Kereta Api Lembah Serayu. Meski beberapa kali perbaikan namun posisinya masih sama. Jika beruntung akan melihat kereta api menyusuri Lembah Serayu dan menyeberang-melintasi jembatan tersebut. Intensitasnya akan lebih sering terlihat saat sore hari.

Seperti namanya, dinamakan Watu Meja karena di puncak bukit ini ada bebatuan ukuran besar menyerupai meja. Ini menjadi spor bagi para wisatawan untuk berfoto dan menikmati keindahan Watu Meja.

jembatan kereta api
Jembatan kereta api membentang di atas Sungai Serayu

Setelah puas menikmati keindahan Watu Meja saatnya menikmati kuliner. Di puncak Watu Meja juga ada beberapa warung yang menyediakan makanan dan minuman. Bisa menikmati celebek, kopi hitam tumbuk Banyumas atau sekadar cemilan berupa mendoan. (EB Utomo-Dewi)

Comments

comments