15 49.0138 8.38624 1 1 4000 1 http://imagi.id 300 true

Menunggu Senja nan Rupawan di Watu Sodong

imagi.id –Menunggu matahari terbit maupun terbenam dari bukit Watu Sodong tetap mempesona. Ada bunga perdu, hutan sipres (cemara) dan hamparan Pegunungan Serayu Selatan. Apalagi letaknya strategis. Berada diantara jalur selatan dan tengah Banjarnegara, layak untuk disinggahi. Pastikan tidak sendirian. Berkunjung bersama teman, keluarga atau kekasih lebih asyik.

Wana wisata Watusodong terletak di Desa Glempang. Lokasinya di perbatasan Sempor dan Mandiraja. Desa ini berjarak sekira 15 menit dari kota Klampok (city of ceramics), atau 25 menit dari Gombong. Obyek wisata ini juga pada  jalur penghubung Banjarnegara-Kebumen via Sempor.

Persisnya setelah bendung Gajah Uling dan sampai di pertigaan Dukuh Gandul belok kanan (arah Banyumas) sekira 400 meter. Atau jika dari Danareja Sempor belok kiri sampai di pertigaan Dukuh Gandul belok kiri   sekira 400 meter.

BURUNG HANTU : Seorang pemuda berfoto dengan burung hantu yang sudah jinak

Banjarnegara memiliki kontur dataran rendah, perbukitan hingga pegunungan. Seperti namanya menurut historiagrafi. Banjar berarti sawah Negara berarti Kota. Dari 20 kecamatan, ada 2 kecamatan yang berseting hutan.

Sedangkan kecamatan yang lainnya memiliki hutan dengan luasan terbatas. Bahkan adalah daerah yang memilik banyak pohon sipres (cemara). Dengan potensi hutan dan bukit yang melimpah, maka tidak ada alasan untuk tidak mengembangkan potensi wanawisata.

Hal tersebut yang mendorong pemuda Desa Glempang, Kecamatan Mandiraja untuk mendirikan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Mimangsari. Tujuannya guna mengembangkan obyek wisata di Dukuh Kopen. Wanawisata Bukit Watu Sodong menjadi tonggak dimulainya pengembangan potensi itu.

Perempuan cantik tengah berusaha menghentikan waktu yang meleleh

Saat  tiba di parkir area bukit,  akan disambut dengan gerbang dan bertuliskan ‘Bukit Watu Sodong’. Saya sarankan berkunjung ke Bukit Watu Sodong membawa bekal. Setidaknya air mineral, untuk diminum bila haus saat mendaki.  Tapi bila berkunjung tanpa bekal pun tidak masalah. sebab tersedia warung yang menjual minuman sejuk atau hangat lengkap dengan kudapan dengan harga bersahabat.

Di sekitar pintu gerbang wisatawan bisa melihat ular sanca (Phyton) atau berfoto bersama burung hantu bermata sayu (keluarga Strigiformes/ Tyto Alba). Selama perjalanan menuju puncak bukit ada pedagang di sisi jalan. Waktu yang dihabiskan untuk mendaki  cuma 5-10 menit.

MENIKMATI DESIR ANGIN: Perempuan berjilbab tengah menjuntaikan kakinya. Ia menikmati desir-desir angin yang menyisir cemara. Lebih afdol kalau kamu ajak gebetan atau kekasihmu, bersandar bahu satu sama lain, merasakan desir-desir hati sang pujaan

Wanawisata ini  dibuka pada akhir tahun lalu. Bea masuk setara dengan sebotol minuman dingin, dan kamu dapat menjernihkan pikiran, bercengkrama dengan sanak saudara, hang out dengan rekan, berpegangan mesra dengan kekasih sembari menaiki suguhan anak tangga menuju puncak bukit.

Saat di puncak akan disuguhi barisan gubuk teduh, gugusan batu besar, papan informasi.  Bagi yang ingin berswafoto ria disiapkan pula selfie deck, tree selfie deck, camp area, latar serta emoticon properti dan seterusnya. Pilih mana saja spot yang menarik . Untuk wisatawan yang suka tantangan ada juga track motocross.

GADIS DAN SIPRES : Seorang gadis tengah berfoto berlatar huma, sipres, bunga rumput liar, pokoknya tinggal pilih setting waktu mana yang paling eye catching dan instagramable

Salah satu spot yang harus dikunjungi adalah direction selfie deck. Pokoknya enggak boleh enggak tidak berfoto disini. Dan yang tidak boleh ketinggalan,  harus mampir ke tree selfie deck.  Di sini kamu dapat melihat panorama empat pemandangan kota sekaligus. Ada turunan Ketileng-Karangtunon di selatan yang penuh dengan kendaran yang berlalu lalang,  Purwokerto dan Purbalingga juga nampak, Kali Sapi yang membujur anatara Klampok dan Mandiraja tepat di pelupuk mata, lekuk kelok Serayu pun terlihat.

Salah satu sajian penutup yang menawan adalah bisa duduk di atas batu, menyantap semburat senja dari surya yang temaram, menunggu pendar bulan, menunggu kerlip lampu mungil dari langit, melengkapi kerjap lampu dari permukiman penduduk.

Gunung Slamet Nampak kokoh dan sedap mata dipandang dari puncak bukit

Ketika kamu turun, kamu bisa memesan mendoan hangat di sekitaran parkir area agar tenaga terisi kembali, menjadi lebih segar untuk melanjutkan perjalanan, dan membagikan kesan terhadap rekan dan keluarga.

Comments

comments

Bagikan:
Kategori:Travel
Artikel Sebelumnya
Belajar dan Bemain di Taman Lazuardi Desa Susukan Sumbang
Artikel Selanjutnya
Parara D Pie, oleh-oleh Kekinian yang Lagi Hit di Purbalingga