15 49.0138 8.38624 1 1 4000 1 http://imagi.id 300 true

Menikmati Taman atau Berpetualang Menyusuri Aliran Mata Air Sikopyah Desa Serang

IMAGI.ID – Badai siklon tropis yang terjadi awal Desember 2017 ini berdampak cuaca hujan berangin di wilayah eks Karesidenan Banyumas, termasuk Purbalingga. Tidak tanggung-tanggung, tiga hari berturut-turut. Namun pagi ini beruntung cuaca cerah. Pas untuk berpetualang. Jatuh pilihan mengunjungi Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga. Belakangan obyek wisata Pudang Mas di Desa Serang ini kerap muncul di media sosial. Beberapa kali diunggah oleh IG-ers, pengguna Instagram. Bikin penasaran.

GARDU PANDANG : Sepasang kekasih sedang menikmati panorama Desa Serang dari gardu pandang di atas pohon

Tanah masih basah dan embun baru terangkat oleh matahari pagi setinggi sepenggalah saat Imagi sampai di Desa Serang. Udara segar langsung terasa berpadu dengan hangatnya mentari pagi. Berasa sekali udara khas lereng Gunung Slamet.

Sesampai di areal parkir baru ada tiga sepeda motor yang diparkir. Kemungkinan dua diantaranya milik pekerja obyek wisata ini, sebab baru ada sepasang kekasih yang sedang duduk di taman. Akhir pekan kata pengelola, selalu ramai, namun ini terlalu pagi.

Dari areal parkir sudah terlihat gerbang bertuliskan Selamat Datang di Obyek Wisata Pudang Mas Sikopyah. Menyusuri setapak diantara rimbunan pohon sudah sampai di taman Pudang Mas. Arealnya terbilang mini namun indah. Cocok untuk berwisata bersama keluarga. Sejenak rehat di akhir pekan.

Di taman ini ada gazebo, jembatan cinta, dan jalan yang diplester diantara rerumputan dan bebatuan yang tertata rapi namun alami. Selain itu ada dua gardu pandang di atas pohon.

TAMAN :Batuan alam dan gazebo menghiasi taman di obyek wisata Pudang Mas Desa Serang

Bagi yang ingin menikmati petualangan ringan, perjalanan bisa dilanjut. Menyusuri aliran sungai menuju mata air Sikopyah. Untuk saat ini, perjalanan menuju mata air saya sarankan minta diantar pengelola. Sebab jalan yang dilalui menanjak melalui bebatuan sungai dan setapak. Bahkan ada setapak yang tertutup perdu. Imagi diantar oleh, Untung Karsono pengelola obyek wisata Pudang Mas.

Karena semalam baru turun hujan, jalan cukup licin. Mesti berhati-hati. Namun demikian perjalanan menuju mata air lumayan asyik. Bisa menyusuri sungai yang jernih di bawah lebatnya pepohonan. Butuh waktu 15 menit menuju mata air ini. Namun sudah berkeringat.

Sebenarnya dekat dari mata air Sikopyah ada curug. Hanya saja jalurnya belum di buka. Padahal jaraknya tersisa 100 meter. Hanya saja medannya sulit. “Masih dalam pengembangan. Jalur menuju mata air dan curug masuk prioritas setelah gardu pandang di atas bukit dibuat,” kata Untung menjelaskan.

Di sekitar mata air ada bak penampungan air milik PDAM maupun bak air untuk warga. Selain itu ada sisa kincir air untuk pompa hidrolik yang tidak terpakai. Airnya jernih. Mata air Sikopyah ini yang kerap dipakai saat festival budaya Lereng Slamet.

MENUJU MATA AIR : Jalur menuju mata air Sikopyah melewati bebatuan pada aliran sungai

Sembari rehat, untung bercerita. Obyek wisata Pudang Mas ini sesungguhnya dibuat tahun 1980. Saat itu ada anak KKN yang bernama Puji dan Endang yang berinisiatif membuka obyek wisata ini bersama masyarakat. Hanya saja selepas itu tidak dikelola maksimal. Pada pertengahan 2017 mulai digagas kembali dan dikelola dengan serius. “Nama Pudang Mas merupakan kepanjangan dari Puji dan Endang bersama masyarakat,” kata Untung sembari tersenyum.

Setelah rehat sejenak, perjalanan balik ke Taman Pudang Mas. Jalan menurun membut perjalanan lebih cepat. Untuk memasuki obyek wisata ini cukup membayar Rp 3.000, itu termasuk biaya parkir. Jika ingin menuju mata air bisa menambah biaya pemandu Rp 15 ribu per orang, jika kelompok lebih murah. Silahkan tawar saja.

Untuk menuju obbyek wisata ini tidak sulit. Dari arah Purbalingga bisa memalui Bobotsari-Karangreja-Serang atau melalui Mrebet-Serang. (EB-Utomo)

Comments

comments

Bagikan:
Kategori:Travel
Artikel Sebelumnya
Inilah Cara Ampuh Untuk Melupakan Orang Yang Kita Suka
Artikel Selanjutnya
Menikmati Wisata Tersembunyi di Bukit Sejuta Bintang Desa Sunyalangu