Membuat Surat Cinta Kembali Bermakna

surat cinta
Menulis surat cinta

Cinta bisa merubah panglima perang jadi pujangga, orator jadi perayu, liar jadi pesolek, dan centeng pasar pun bisa berhati lembut. Kata disusun dalam puisi dan prosa agar sang pujaan hati berbunga-bunga.

Banyak hal bisa dipakai untuk mengungkapkan cinta kepada kekasih. Perhatian, hadiah, rayuan dan pujian melalui kata-kata.

Salah satu bentuk perhatian kepada kekasih adalah melalui surat cinta. Tentunya ada bentuk perhatian yang lain untuk kekasih. Seperti menemani saat-saat bahagia, menjadi sandaran saat duka, melindungi saat dibutuhkan dan banyak hal lainnya.

Khusus surat cinta ada dua hal yang didapat. Yang pertama sebagai wujud perhatian dan lainnya sebagai sarana untuk menyampaikan pujian. Surat cinta juga menjadi sarana untuk membangun keintiman dengan kekasih. Melalui surat cinta kata-kata indah bisa disusun. Ungkapan hati bisa disampaikan.

Pasangan kekasih tentu pernah mengalami yang satu ini; tidak membalas pesan pendek dari pacar sudah dianggap  kurang perhatian. Terlalu cuek. Membalas pesan pendek saja merupakan wujud perhatian apa lagi jika berkirim surat cinta.

Persoalannya masih relevankah surat cinta ala Siti Nurbaya di era Nikita eh…Raisa. Percayalah, tetap relevan. Memang saat ini memuji kekasih bisa cukup melalui pesan pendek menggunakan WA. Tapi sesekali perlu berkirim surat cinta untuk merekatkan hubungan.

Untuk itu tetaplah berkirimlah surat cinta dan caranya bisa dibagi menjadi dua

  1. Surat cinta melalui pesan atau surat elektronik

Mau memakai aplikasi Whatsapp, Facebook maupun email tetap bisa berkirim surat cinta. Tulislah surat cinta di notepad. Lalu lampirkan di aplikasi tersebut lantas kirim. Selesai.

Menulis surat akan memberi waktu untuk berfikir menyusun kata-kata yang baik. Butuh konsentrasi, butuh hati yang tenang. Perasaan bisa dicurahkan. Apalagi jika ada persoalan dengan kekasih yang ingin diselesaikan. Namun komunikasi secara langsung sedang sulit. Menulis surat elektronik barang kali bisa menjadi solusi.

Apalagi bagi pasangan yang menjalani hubungan jarak jauh. Berkirim pesan melalui surat akan lebih mendekatkan hubungan. Dan perempuan lebih suka membaca pesan yang panjang dari kekasihnya. Tentu sarat makna. Mereka merasa lebih diperhatikan.

Mengungkapkan isi hati melalui surat juga akan meminimalisir salah paham. Banyak salah paham timbul hanya dari jawaban pesan pendek. Semisal, cewek berkirim pesan sama pacarnya : “Sayang, hari ini kita cuma ketemu sebentar. Tau ndak, aku masih kangen banget sama kamu.” Karena cowonya sedang di jalan lantas menjawab : “Iya, sama”. Meskipun jawaban cowoknya tulus, ini bisa terkesan judes. Jika salah paham bisa ribut.

Komunikasi dengan pesan pendek melalui aplikasi WA, video call akan mempersempit jarak. Batasan ruang-waktu lebih pendek. Namun sesekali berkirim surat akan menambah keintiman.

  1. Surat cinta tulisan tangan di atas kertas

Menulis surat cinta dengan tinta di atas kertas masih bisa dipraktekan. Ini bisa dilampirkan saat momen-momen spesial. Semisal saat kekasih ulang tahun, dilampirkan bersamaan dengan pemberian cinderamata atau diberikan saat mau berpamitan karena ada sesuatu yang membuat keduanya terpisah jarak.

Kelebihan surat cinta yang ditulis di atas kertas ini adalah bisa disimpan sebagai kenang-kenangan. Ada kekasih yang menyimpan surat cinta ini, karena bagi dia surat ini sangat berharga. Bahkan ada pasangan suami istri yang sudah menikah dan masih menyimpan surat cinta mereka berdua saat masih pacaran dulu. Berbahagialah karena kenangan itu masih tersimpan, tidak hanya sekadar dalam ingatan namun masih dalam wujud fisik. (EB-Utomo)

Comments

comments